Terkait Pergantian Nama Jl Diponegoro Jangan Tinggalkan Sejarah

Rabu, 07 Desember 2022 : 08:25


WakilPimpinan Dewan Kota Surakarta dari PKS Sugeng Riyanto

Radar Pos.com.Solo
---Pesan  Keramat dari Presiden Pertama Republik Indonesia Ir.Soekarno dalam kesempatan berpidato ketika itu,Jangan Meninggalkan Sejarah[JasMerah] masih belum hilang dari ingatan bangsa Indonesia .

Begitu pula bagi Politikus PKS Kota Surakarta sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta menanggapi adanya wacana Mas Walikota Solo akan mengganti nama jalan Diponegoro Ngarsopuro Solo,sempat membuat Sugeng Riyanto beserta anggota Fraksi PKS DPRD Kota Surakarta lainnya mengomentarinya.

Dihadapan awak media Senin siang 5 Desember 2022,Sugeng Riyanto mengatakan,dirinya sempat sidak dilokasi Jalan Diponegoro ternyata papan penunjuk jalan sudah tidak ditemukan keberadaannya.Baginya beserta anggota Fraksi PKS DPRD Kota Surakarta angkat bicara. Dalam relis selengkapnya .

Penyikapan Recana Penggantian Nama Jalan Diponegoro di Kota Surakarta

Menanggapi pemberitaan terkait pergantian nama Jalan Diponegoro yang diusulkan oleh Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, maka kami menyampaikan beberapa usulan dan masukan sebagai berikut:

Ngarsopuro telah lama dikenal sebagai nama kawasan bahkan tanpa disematkan sebagai nama jalan.  Maka pergantian nama jalan dirasa tidak diperlukan.

Penggunaan nama Jalan Diponegoro adalah bentuk penghargaan dan penghormatan masyarakat dan pemerintah Kota Surakarta dalam mengenang jasa Pangeran Diponegoro melawan penjajah kolonial Belanda.  

Maka tidak selayaknya nama Jalan Diponegoro yang telah lama melekat  diganti menjadi Jalan Ngarsopuro.

Mengingat kembali apa yang disampaikan oleh salah seorang Bapak Proklamator, Ir. Soekarno “Jas Merah”. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Maka menjadi penting bagi kita untuk tidak melupakan jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang dalam perlawanan terhadap penjajah kolonial.

Berharap Mas Wali dan Pemerinah Kota Surakarta lebih peduli terhadap penanaman nilai-nilai kepalawanan yang telah ditunjukkan oleh Pangeran Diponegoro kepada masayarakat Surakarta umumnya dan generasi muda pada khsusnya. Bukan malah mengaburkannya dengan menghilangkan namanya sebagai bagian Kota Surakarta.

Selain itu dalam upaya penanaman nilai-nilai kepahlawanan kepada masyarakat Kota Surakarta, mendorong Mas Wali  untuk mengabadikan dua pahlawan asli Surakarta yang belum di sematkan sebagai nama jalan kota. Pertama adalah Paku Bhuwono VI, yang berjasa besar membantu perjuangan Diponegoro. Kedua Paku Bhuwono X yang banyak berjasa dalam perjuangan kemerdekaan.
Demikian pernyataan sikap dan saran masukan dari kami selaku wakil rakyat Kota Surakarta. Semoga Mas Wali Kota Solo berkenan mempertimbangkan saran masukan ini.

Demikian pernyataan resmi Wakil Kertua DPRD Kota Surakarta Sugeng Riyanto,tertanggal 5 Desember 2022 yang diterim awak media.



[sri]

Bagikan

RadarposTV