
Penaburan Ikan Lokal di Desa bagelan Wonosari Malang
Radar Pos.Com.Surabaya---Di tengah adanya pandemi Covid-19, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melakukan kegiatan Restocking (penebaran) benih ikan lokal dengan desa Bangelan Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang dalam rangka pemanfatan embung desa Bangelan sebagai sumber pelestarian ikan lkan Jawa Timur.
Kegiatan ini menjadi salah satu aksi Dinas Kelautan dan Perikanan ikut berperan aktif melawan pandemi covid 19 melalui upaya pemenuhan kebutuhan protein hewani dalam rangka ketahanan pangan bagi masyarakat guna menghadapi pandemi Covid 19. Kegiatan ini juga merupakan upaya dalam rangka menjaga keberlangsungan hidup ikan lokal Jawa Timur di perairan umum daratan, juga dalam upaya untuk melestarikan ekowisata dengan memanfaatkan keberadaan embung, waduk atau telaga yang berasal dari beberapa sumber mata air.
Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Bapak Dr. Ir. Daniel Rohi, M. Eng. Sc, IPM selaku anggota komisi B serta Kepala Desa Bangelan tokoh masyarakat desa Bangelan dan aparatur desa
“Kegiatan Pelestarian Ikan Lokal di perairan umum seperti; sungai, danau, waduk, telaga dan embung - embung desa merupakan salah satu program kerja Gubernur Jawa Timur yakni NAWA BAKTI SATYA yaitu program sungai sebagai sumber kehidupan”, kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Dyah Wahyu Ermawati, MA.
Pada hakekatnya perairan umum baik itu sungai, danau waduk maupun embung desa, menjadi sumber kehidupan yang penting bagi semua mahluk, baik itu manusia, hewan maupun tumbuhan karena perairan umum menjadi satu kesatuan ekosistem yang tidak terpisahkan. Bila perairan umum ini rusak, kotor maka bukan hanya hewan seperti ikan ikan yang ada didalamnya mati, tapi tumbuhan ikut mati dan kita manusia pun terancam kesulitan mendapatkan sumber air sebagai sumber ekonomi maupun sumber kehidupan.
Dengan demikian kita perlu menjaga kebersihan dan kelestarian perairan umum seperti embung desa ini sebagai satu kesatuan ekosistem yang baik, dengan menjaga kebersihan airnya, menjaga kelestarian tumbuhan dan biota yang ada di dalamnya, jelasnya.
Dengan adanya kegiatan ini kami berharap masyarakat Desa Manuk dan pihak terkait dapat berperan aktif dan memahami akan arti pentingnya menjaga keberlanjutan sumberdaya ikan Endemik/Lokal untuk mencegah kepunahan ikan-ikan endemik kita yang hampir punah karena eksploitasi yang berlebih dengan cara-cara yang kurang bijak seperti penangkapan ikan dengan menggunakan setrum, pemakaian bom dan pemakaian racun ikan, yang pada akhirnya mematikan ikan sekaligus mencemari perairan sehingga merusak lingkungan dan ekosistem yang ada.
Kegiatan ini sebagai wujud dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam aksi kepedulian lingkungan yang diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat sekitar untuk terus menjaga keberlangsungan hidup ikan ikan lokal asli yang dimiliki oleh Jawa Timur serta sebagai upaya pemenuhan kebutuhan protein bagi masyarakat sekitar, juga ikut memelihara ekosistem yang ada diperairan, sehingga kita dapat mewarisi komoditas ikan-ikan endemik lokal yang hampir punah ini kepada anak cucu kita kelak dikemudian hari.
![]() |
| Poto Kebersamaan saat di Kolam |
“Sampai dengan saat ini, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur secara rutin telah menebar benih ikan lokal hasil domestikasi dari UPT LABORATORIUM KESEHATAN IKAN DAN LINGKUNGAN UMBULAN di sepanjang Sungai Brantas, Sungai Bengawan Solo, Danau, Waduk dan embung embung desa yang ada di Provinsi Jawa Timur sebanyak lebih dari 12.9 juta ekor dengan jenis jenis ikan lokal sepeti ikan wader, ikan dewa/sengkaring, ikan baderbang, tawes, ikan gurame, ikan uceng, ikan muraganting, ikan betik, ikan baung/rengkik dan ikan nilam/terapi”, kata Kepala UPT Laboratorium Kesehatan ikan dan Lingkungan Pasuruan saat di wawancarai.
“Ikan - ikan yang ditebar ini selain untuk konsumsi masyarakat, wahana edukasi masyarakat, sekaligus juga menjadi indikator bersihnya perairan tersebut. Pada hari ini ikan yang ditebar adalah ikan Tawes, ikan Wader, ikan Muraganting, ikan Nilem, Baderbang, ikan Sengkaring, dan udang galah sebanyak 50.000 ekor”, imbuhnya.
“Harapan kami semoga melalui kegiatan penebaran ikan endemik/lokal seperti ini dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dalam pemenuhan protein, sekaligus sebagai sarana perbaikan kehidupan ekosistem di perairan umum. Sehingga kita dapat mewarisi komoditas ikan-ikan endemik lokal yang hampir punah ini kepada anak cucu kita kelak dikemudian hari”, harapan Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Jawa Timur di akhir kegiatan.
(Ris)
