
Ditambahkan pula dengan mencuatnya kasus ini akan memberikan pengertian bagai mana baiknya, kalau ternak mau dilanjutkan bagai mana caranya agar warga juga tidak terganggu.
Dikatakan Sutrisno, memang juga agak repot, karena disatu sisi juga ingin mencari hasil di sisi lain juga menganggu kesehatan warga.
Sementara Kepala Desa pengkok Sugimin Cokro menambahkan kaitanya dengan kandang ayam yang ada di Pengkok atau peternak ayam, dari dirinya semenjak dilantik selama 3 bulan lebih 3 hari ini belum ada laporan baik dari pak Rt ataupun pak Bayan, bahkan dari warga.
Menurut Cokro dikira aman-aman saja, dengan kejadian ini nanti baiknya gimana kita bicarakan bersama. Setelah mengetahui ini tentunya akan mengambil tindakan atau langkah, termasuk mungkin memberikan Win-win solusion antara warga dengan pak wandi.
Yang mana yang ternak juga berjalan sementara warga tidak merasa terganggu, akan baunya tidak menyengat kepada warga, nanti kan ada jalanya.terang pria yang nampak masih Gagah ini.
Pihaknya juga sangat menyayangkan apabila warga tidak lapor melalui RT, atau Bayan terlebih dahulu, terang orang Nomor satu di desa Pengkok ini, ditegaskan masalah yang sepele seperti ini kalau bisa cukup ditangani oleh pak Rt atau Bayan.
Jadi sekali lagi ditegaskan yang peternak juga bisa jalan kemudian warga tidak tekena Efeknya, termasuk bau kotoran yang baunya menyengat hidung maupun yang lainya.
Pihaknya juga menyayangkan apapun permasalahanya jangan sampai lapor Bupati atau Camat apalagi di media, pintanya Cokro.
(Team)
Bagikan